Gerakan Salat Subuh Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah, kembali menggelar Gerakan Salat Subuh Berjamaah (GSSB) bersama warga masyarakat Kota Semarang, Ahad (2/2/2026). Para jamaah mulai berdatangan sejak jam 03.30 pagi. Mereka datang dari berbagai wilayah di Kota Semarang, utamanya wilayah sekitar Simpang Lima dan Taruna-taruni AKPOL Semarang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua 1 YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Jateng, Dr. KH. Anasom, M. Hum., Ketua Bidang Ketakmiran Dr. H. Multazam Aahmad, M.A., Ketua Bidang Penelitian, Pengembangan dan Kerjasama YPKPI Prof. Dr. H. Imam Yahya, M.Ag. didampingi Kabag Tata Usaha H. Al Ahyani, S.I.P., Kabag Rumah Tangga Ahmad Setiawan, S.E., M.Si, dan Ketua Seksi Peribadatan H. Moch. Mu’izzuddin, M.Ag.

Bertindak selaku imam salat subuh Dr. H. Multazam Ahmad, M.A., sedangkan penceramah dalam kajian Islam pagi itu adalah Prof. Dr. H. Imam Yahya, M.Ag., Ketua Bidang Penelitian, Pengembangan dan Kerjasama YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah.

Dalam ceramahnya, Prof Imam mengingatkan para jamaah agar mensikapi perbedaan pelaksanaan puasa nanti dengan bijak. Perbedaan dalam Islam itu rahmat bagi umat Islam, maka perbedaan tanggal dalam mejalankan puasa itu tidak menjadi masalah.

“Nanti ada yang melaksanakan puasa mulai pada hari Rabu, 18 Februari dan ada pula hari Kamis tanggal 19 Februari. Bagi yang memulai pada hari Rabu, 18 Februari itu mengikuti kalender grobal tunggal, dan bagi yang memulai hari Kamis, 19 Desember itu mengikuti rukyah, karena pedomannya kalender komariah tentunya ada perbedaan waktu antar negara. Di Masjid Baiturrahman insya Allah akan mengikuti pemerintah,” paparnya.

Beliau juga mengingatkan bahwa tanggal 15 Sya’ban, akan melakukan peringatan malam Nisfu Syakban bagi yang mengikutinya.

“Peringatan malam Nisfu Sya’ban mengingatkan kita, bahwa sebentar lagi akan datang bulan puasa. Ada doa khusus pada malam Nisfu Sya’ban, karena itu silakan bagi yang kersa mengikuti, akan kita adakan di malam Selasa, di berbagai masjid, musala, dan di mana saja. Hal ini mengingatkan kepada kita agar mempersiapkan diri dan mengkondisikan baik secara fisik maupun psikis dalam menghadapi bulan Ramadan,” tambahnya.

Beliau juga mengajak kepada para jamaah agar bersegera mendapatkan maghfirah dari Allah Swt.

“Beribadah itu jangan menunggu kita ikhlas, jangan menunggu  kita itu sehat, atau menunggu lega dan sebagainya. Kita itu di hadapan Allah disuruh untuk berkompetisi untuk mendapatkan maghfira dari Allah Swt,” tuturnya.

Usai kajian Islam para jamaah berjabat tangan dengan imam, penceramah, dan jamaah lainnya. Kemudian para pengurus dan pelaksana yayasan bersama jamaah beramah-tamah sambil menikmati sajian berupa makanan gorengan, umbi-umbian, bubur kacang ijo dan teh manis. Seusai acara ramah tamah dilanjutkan dengan acara ngaji nom-noman on the Street, di pedestrian depan Masjid Raya Baiturrahman. 007

Share This:

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021-2024, All Rights Reserved