Gerakan Subuh Berjamaah Masjid Raya Baiturrahman

Hari ini, Ahad (1/6/2025), untuk ke sekian kalinya Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah, menggelar Gerakan Salat Subuh Berjamaah (GSSB) bersama masyarakat Kota Semarang. Para jamaah pun banyak yang hadir melaksanakan salat subuh dengan khusuk. Beberapa jamaah dari luar kota pun berdatangan ikut salat subuh berjamaah di Masjid kawasan Simpanglima tersebut. 

  Gerakan salat subuh berjamaah ini diselenggarakan di Masjid Raya Baiturrahman sebulan sekali, yaitu setiap minggu pertama. Kali ini hadir dalam acara tersebut, Ketua I YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah Dr. KH. Anasom, M.Hum., Ketua Bidang Takmir Dr. H. Multazam Ahmad, M.A., didampingi Kabag Tata Usaha H. Al Ahyani AR., S.I.P., Kabag Rumah Tangga Ahmad Setiawan, S.E., M.Si. dan tim Humas Sekretariat YPKPI Masjid Raya Baiturrahman.

Salat subuh yang  dimulai pukul 04.30 itu diikuti oleh para pegawai sekretariat yayasan, para santri LKSA Riyaadlul Jannah Semarang, yang merupakan unit YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah dan warga sekitar maupun jamaah dari luar kota.

Bertindak selaku imam salat subuh Dr. KH. Multazam Ahmad, M.A., sedangkan penceramah dalam kajian Islam pagi tersebut adalah Dr. KH. Anasom, M.Hum. Dalam ceramahnya beliau menyampaikan hal-hal berkenaan dengan ibadah haji.

“Siapa saja yang kepingin haji, maka bersegeralah. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Nabi,    تَعَجَّلُوا الْحَجَّ فَإِنَّ أَحَدُكُمْ لَا يَدْرِي مَا يَعْرِضُ “Hendaklah kalian bersegera mengerjakan haji karena sesungguhnya seseorang tidak pernah tau halangan yang akan merintanginya,” papar Kiai Anasom.

Beliau pun menambahkan, bagi jamaah yang tidak bisa berhaji di bulan haji ini, hendaklah menyembelih hewan qurban. Memang Allah menyatakan dalam Alquran, bukan daging dan darah yang sampai kepada Allah, tertapi yang sampai kepada Allah adalah takwa. Sama dengan kisah Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim itu kerelaan kepada Ismail, ketika beliau diperintahkan untuk menyembelihnya. Karena Ismail adalah orang yang paling dicintai. Akhirnya Allah pun menggantikannya.

Usai kajian Islam para jamaah bersalam-salaman dengan imam, penceramah, dan jamaah lainnya. Kemudian para pengurus dan pelaksana yayasan bersama jamaah beramah-tamah sambil menikmati sajian berupa bakso, gorengan, umbi-umbian, dan teh manis.007

Share This:

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021-2024, All Rights Reserved