Takmir Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah menggelar Tradisi Doa Arwah Jamak di ruang salat utama Masjid Raya Baiturrahman, Jalan Pandanaran 126 Semarang, Jumat (6/2/2026). Tradisi Doa Arwah Jamak ini sejatinya berlangsung secara rutin setiap bulan Sya’ban menjelang bulan Ramadan.
Doa Arwah Jamak tersebut untuk mendoakan para pengurus YPKPI Masjid Raya Baiturrahman, pegawai, tokoh masyarakat yang berjasa pada Masjid Raya Baiturrahman, para orang tua, sanak saudara serta leluhur yang sudah meninggal dunia.
Rangkaian kegiatan yang dikomandani oleh Ketua Takmir Masjid Raya Baiturrahman, Dr. H. Multazam Ahmad, M.A. itu berlangsung sejak pukul 5.00 pagi hingga pukul 13.30. Kegiatan ini diawali dengan pembacaan Arwah Jamak, yang dilakukan oleh para imam, karyawan, dan jamaah Masjid Raya Baiturrahman. Kemudian dilanjutkan dengan mudarosah bil ghoib 30 Juz, salat Jumat, dan ditutup dengan pembacaan doa khotmil Quran.
Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah, Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si., Ketua Bidang Ketakmiran Dr. H. Multazam Ahmad, M.A. Seksi Kerjasama Litbang YPKPI Drs. H. Sukasdi, para imam, muadzin, dan segenap karyawan YPKPI serta jamaah umum.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Multazam menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan doa arwah jamak. Sejatinya kegiatan tersebut untuk mendoakan para arwah pengurus Masjid Raya Baiturrahman dan para leluhur yang sudah meninggal, agar mendapatkan maghfirah dan rahmah Allah Swt.
Hal itu selaras dengan pesan-pesan Kiai Darodji dalam suatu kesempatan. Beliau mengatakan, sepanjang tradisi atau kegiatan yang tidak dimasuki sifat syirik itu bagus, namun jika bersifat syirik itu tidak boleh. Syirik misalnya yaitu datang ke makam untuk memohon kepada si mbah yi atau siapa, itu tidak boleh, tetapi kalau berdoa atau mendoakan itu baik. 007
Leave Your Comments