Sebanyak 1.700 siswa dari enam sekolah dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak, (LKSA) di bawah naungan YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Jateng mengikuti Kirab Hari Santri Nasional di seputar Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, Ahad (25/10/2026) pagi.
Ketua panitia Hari Santri MRB, Mr. Falik Rusdayanto, S.Pd. mengatakan, 1.700 siswa berasal dari sekolah di bawah naungan YPKPI yakni KB/TK Hj Isriati Baiturrahman 1 Semarang, TK Hj Isriati Baiturrahman 2 Semarang, SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Semarang, SD Hj Isriati Baiturrahman 2 Semarang, SMP H Isriati Baiturrahman Semarang, SMK Islamic Centre Baiturrahman, dan LKSA Riyaadlul Jannah Baiturrahman Semarang.
Selain itu juga diikuti oleh para guru, pegawai, dan pengurus YPKPI. Acara berlangsung meriah, diiringi penampilan Marching Band Arimbi binaan Masjid Raya Baiturrahman.
Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum YPKPI Masjid Raya Baiturrahman, Dr. KH. Ahmad Darodji menegaskan kembali semangat santri dalam membela Tanah Air.
”Hari ini kita peringati resolusi jihad yang merupakan fatwa Kiai Hasyim Asyari (pendiri NU). Saat sekutu akan menjajah Indonesia lagi, Bung Karno gelisah. Lalu, Bung Karno sowan ke KH Hasyim Asyari. Kiai Hasyim mewajibkan jihad pada 22 Oktober 1945. Santri dan kiai jihad mengusir penjajah,” tutur Kiai Darodji.
Karena itu, YPKPI Masjid Raya Baiturrahman meminta semua pelajar dan santri YPKPI terus menggelorakan semangat untuk melanjutkan perjuangan menuju Indonesia Emas 2045.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin yang diwakili Kabiro Kesra Syamsudin Isnaini, S.STP., S.H., M.H. menitipkan tiga pesan untuk siswa dan santri di Jateng, khususnya YPKPI Baiturrahman.
”Mohon maap Pak Wakil Gubernur tak bisa hadir secara langsung, namun beliau menitipkan tiga pesan utamanya kepada generasi muda dan adik-adik yang hadir ini untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” kata Syamsudin.
Tiga pesan tersebut, yang pertama Wagub meminta santri harus menguatkan ilmu, mendalami kitab kuning dengan sungguh-sungguh, menguasai sains dan literasi digital.
”Santri harus bisa baca kitab dan baca zaman. Kedua, santri harus menguatkan akhlak dan semangat persatuan. Jadilah pembawa kedamaian. Jauhi hal yang bisa memecah belah bangsa. Rawat toleransi untuk kekuatan dan keutuhan bangsa,” tuturnya.
Ketiga, santri diminta kuatkan kemandirian dan kepedulian, bangun wirausaha, pedui lingkungan dan kesehatan.
”Santri harus hadir menjadi solusi atas persolaan masyarakat. Santri Jateng harus tumbuh kuat agamanya, mulia akhlaknya, berdaya saing dan mampu menjawab tantangan zaman,” pesan Wagub Taj Yasin dalam amanah yang dibaca Kabiro Kesra Jateng. 007
Leave Your Comments