Tarawih Perdana Ribuan Jamaah Penuhi Masjid Raya Baiturrahman

Ribuan jamaah memenuhi Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah, pada salat tarawih perdana yang diselenggarakan pada hari Rabu malam, (18/2/2026). Masjid di Kawasan Simpanglima ini mengikuti hasil Sidang Isbat Kemenag Republik Indonesia, yang menetapkan puasa hari pertama dimulai pada hari Kamis, (19/2/2026).

Menurut Ketua Takmir Masjid Raya Baiturrahman, Dr. KH. Multazam Ahmad, M.A. salat tarawih di Masjid Raya Baiturrahman dilaksanakan 20 rakaat dengan dua rakaat salam dan ditutup dengan 3 rakaat salat witir.

Dalam pelaksanaanya dibagi menjadi dua sesi, yakni sesi pertama 8 rakaat diselingi dengan ceramah singkat. Hal ini dimaksudkan memberikan kesempatan bagi jamaah yang melaksanakan salat tarawih 8 rakaat, nantinya bisa meninggalkan tempat setelah mendengarkan ceramah.

Seusai ceramah singkat, kemudian dilanjutkan pada sesi kedua hingga 20 rakaat, ditutup dengan 3 rakaat salat witir dan doa. Jadi kebiasaan salat tarawih di Masjid Raya Baiturrahman total hingga 23 rakaat dalam rakaian salat tarawih dan witir.

Bertindak selaku imam salat isya’ dan tarawih adalah KH. Masruri Munajat Al Hafidz, imam Masjid Raya Baiturrahman. Penceramah Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si., Ketua Umum YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah. Sedangkan yang berperan sebagai Bilal adalah Ustadz Ahmad Nur Alim Al Hafidz muadzin Masjid Raya Baiturrahman.

Dalam ceramahnya, KH. Ahmad Darodji mengajak para jamaah untuk bersyukur kepada Allah, karena doa yang dipanjatkan sejak bulan Rajab telah dikabulkan oleh Allah Swt.

“Mari kita bersyukur kepada Allah, bahwa apa yang kita mohon sejak bulan Rajab, Gusti Allah mengabulkan doa kita. Sejak Rajab kita sudah berdoa, “Allahumma bārik lanā fī Rajaba wa Sya’bāna wa ballighnā Ramaḍān”.  Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah umur kami hingga bulan Ramadhan,” tutur Kiai Darodji.

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa di bulan Ramadan ini merupakan bulan yang berkah, yang penuh dengan ampunan. “Bulan ini adalah peluang emas untuk berbuat baik. Awal Ramadan Allah menurunkan rahmat-Nya dengan penuh kasih sayang. Pada pertengahannya Allah mencurahkan ampunan kepada kita. Dan pada akhir Ramadan Allah membebaskan kita dari segala dosa dan kesalahan kita, “ papar Kiai Darodji.007

Share This:

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021-2024, All Rights Reserved